Sejarah UNIMAL

UNIMA-1Universitas Malikussaleh didirikan dengan mengambil nama besar Raja Kerajaan Samudera Pasai pertama, yang dilandasi pada semangat estafet kepemimpinan dan pembangunan yang telah diletakkannya melalui sifat kepeloporan, kedinamisan, serta patriotismenya Sultan Malikussaleh. Kerajaan Islam Samudera Pasai dalam sejarah tercatat sebagai Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang menjadi cikal bakal pusat pengembangan dan penyebaran agama Islam di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara, merupakan pusat Pendidikan Islam dan Ilmu Pengetahuan ternama yang mewariskan semangat pejuang bagi generasi penerusnya dalam mengembangkan agama Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang telah menghasilkan Syech (Guru Besar) dan ilmuan lainnya. Sehingga kecemerlangan pemikiran mereka pada saat itu telah memberi dampak besar pada Era Kemakmuran dan Kejayaan (Welfare State) “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur" suatu Negeri Indah, Adil, dan Makmur yang Diridhai Allah SWT.

Sultan Malikussaleh bukan saja telah mampu meletakkan dasar yang kokoh pada masanya, bahkan fundament yang pernah ia tegakkan telah mewarnai watak dan spirit bangsa ini hingga sekarang. Meskipun di daerah Aceh Kerajaan Samudera Pasai telah lenyap dan Malikussaleh juga telah wafat, namun semangat kepeloporan, kedinamisan, serta patriotismenya masih tetap terukir di sanubari dan menjadi pendorong perjuangan bangsa ini. Latar belakang sejarah yang dijiwai oleh semangat itulah yang menjadi tumpuan harapan bagi generasi penerus yang dihasilkan oleh Universitas Malikussaleh. Didukung oleh sumber daya alam yang maha kaya, Universitas Malikussaleh diharapkan mampu memberdayakan sumber daya manusia daerah Aceh Utara khususnya dan Aceh pada umumnya.

Cikal Bakal Lahirnya Universitas Malikussaleh

UNIMA-2

Sebagai cikal bakal Universitas Malikussaleh bermula dari menjelmanya Akademi Ilmu Agama jurusan Syariah yang didirikan dengan Surat Keputusan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Aceh Utara Nomor : 01/TH/1969 tanggal 12 Juni 1969, pada masa Bupati Drs. Tgk. Abdul Wahab Dahlawy. Selanjutnya tanggal 15 September 1970 dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tingkat II Aceh Utara Nomor : 01/TH/1970 Akademi Ilmu Agama (AIA) dilengkapi pula dengan jurusan Ilmu Politik. Dengan Akte Notaris Nomor : 15 tanggal 17 Juli 1971 dibentuk pula Yayasan Perguruan Tinggi Islam (YPTI) sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Akademi Ilmu Agama. Kemudian dengan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Nomor : 001/YPTI/1971 tanggal 1 Agustus 1971, Akademi Ilmu Agama diubah namanya menjadi Perguruan Tinggi Islam dengan jurusan Akademi Syariah, jurusan Akademi Ilmu Politik, jurusan Akademi Tarbiyah, serta jurusan Dayah Tinggi/Pesantren Luhur. Perguruan Tinggi Islam ini mengalami perubahan nama lagi menjadi Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh (disingkat dengan sebutan PERTIM), melalui Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam tanggal 24 Mei 1972. Tahun 1980 menjadi Yayasan Universitas Malikussaleh dengan singkatan UNIMA.

Dalam sejarahnya yang panjang dan melalui proses yang rumit pula, akhirnya tanggal 18 Juli 1984 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0607/0/1984 Sekolah Tinggi Administrasi Negara memperoleh Status Terdaftar. Sedangkan Sekolah Teknik mendapat giliran status terdaftar pada tanggal 24 Agustus 1984, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0392/0/1984. Selanjutnya pada tahun 1986 didirikan pula Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0584/0/1989 tanggal 11 September 1989 kembali Universitas Malikussaleh berintegrasi dalam Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Hanya saja Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tidak memiliki status terdaftar, tahun 1990 FKIP ditutup.

Universitas Malikussaleh hingga kini, didukung oleh 5 fakultas yaitu Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Program Kesekretariatan. Kecuali Program Kesekretariatan yang D III, 11 program studi lainnya merupakan Strata 1 yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Manajemen Perusahaan, Ilmu Hukum, serta Agronomi.

Penegerian Universitas Malikussaleh

Kondisi politik di Aceh yang ditandai oleh konflik berkepanjangan telah menimbulkan dampak yang serius dan mendalam terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat Aceh, berupa kehilangan harkat dan martabat, degradasi nilai-nilai sosial yang semakin memprihatinkan dan semakin menjauhkan dari suasana Masyarakat Madani (Civil Society). Apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa upaya penyelesaian yang kongkrit dan komprehensif, maka dapat menimbulkan ancaman terjadinya disintegrasi bangsa.

Untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat Aceh kepada Pemerintah Pusat yang berkesinambungan dalam suasana masyarakat Madani, diperlukan adanya usaha untuk melahirkan sebuah Universitas Negeri Kedua setelah Universitas Syiah Kuala yang merupakan dambaan masyarakat Samudera Pasai khususnya dan masyarakat Aceh umumnya. Upaya ini merupakan bagian dari proses penyelesaian konflik Aceh yang menyeluruh sebagai suatu kebijakan strategis politik, mengingat wilayah Samudera Pasai yang terdiri dari Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara yang sebahagian wilayahnya merupakan daerah pusat konflik paling bergolak. serta paling intensif menentang pemerintah pusat sebagai akibat dari ketidakadilan dan kekeliruan kebijakan Pemerintah Pusat di masa lalu. Disamping itu, di wilayah tersebut juga memiliki deposit sumber daya alam yang maha kaya yang dapat diolah bagi kemakmuran masyarakat.

Menteri Pendidikan Nasional dengan keputusannya Nomor : 216/P/2000 tanggal 16 November 2000 membentuk Tim Persiapan Perubahan Status Universitas Malikussaleh Lhokseumawe dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), selanjutnya disingkat Tim Persiapan. Tim Persiapan bertugas mempersiapkan pelaksanaan pendirian Universitas Negeri Malikussaleh Lhokseumawe secara bertahap sampai terpenuhinya seluruh persyaratan pendirian menjadi universitas negeri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 004/D/T/2001 Tanggal 2 Januari 2001 kepada Rektor Universitas Malikussaleh mengenai surat Dirjen Pendidikan Tinggi kepada Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 3458/D/T/2000 Tanggal 2 Oktober 2000 tentang kesiapan Universitas Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri yang telah mendapat disposisi Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 6015/TUM/2000 Tanggal 21 Desember 2000.

Dirjen Pendidikan Tinggi dengan surat Nomor : 1252/D/T/2001 Tanggal 24 April 2001 mempertanyakan kepastian status Universitas Malikussaleh apakah milik masyarakat Aceh Utara dan dibiayai dengan APBD atau milik pemerintah dan dibiayai dengan APBN. Sekiranya tetap diproses penegeriannya maka Peraturan Daerah Nomor : 26 Tahun 1999 otomatis akan gugur setelah terbitnya Keputusan Presiden tentang Penetapan Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Menjawab surat Dirjen Pendidikan Tinggi mengenai status pemrosesan Penegerian Universitas Malikussaleh, maka Rektor Universitas Malikussaleh dengan surat Nomor : 540/UNIMA/H/2001 Tanggal 28 April 2001, menjelaskan bahwa program penegerian Universitas Malikussaleh adalah suatu aspirasi dan permintaan masyarakat Aceh Utara khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya, yang menjadi bagian dari upaya penyelesaian konflik Aceh dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini bermaksud bahwa dengan modal dasar dari milik masyarakat Aceh Utara dapat diupayakan pengembangannya oleh pemerintah pusat untuk penegeriannya, serta menyerahkan sepenuhnya menjadi milik pemerintah pusat setelah dikeluarkannya Keputusan Presiden R.I.

Berkenaan dengan penetapan status Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri, Dirjen Pendidikan Tinggi mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan Nomor : 1620/D/T/2001 Tanggal 8 Mei 2001. Dengan pertimbangan antara lain, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 216/P/2000 tentang Pembentukan Tim Persiapan Penegerian Universitas Malikussaleh tertanggal 16 Nopember 2001 merupakan dasar yang kuat untuk proses penetapan status tersebut di atas. Dalam Keputusan Menteri tersebut di atas, terkandung maksud bahwa persiapan penegerian dilaksanakan secara bertahap sampai terpenuhinya seluruh persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dirjen Pendidikan Tinggi telah melakukan pembinaan untuk persiapan tersebut antara lain mengalokasikan anggaran pembangunan.

Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor : 264/MPN/2001 Tanggal 14 Mei 2001 yang ditujukan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, menyampaikan usulan penetapan status Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri melalui surat Keputusan Presiden. Dasar pertimbangannya antara lain adalah ; Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 216/P/2000 tanggal 16 Nopember 2000 tentang Pembentukan Tim Persiapan Penegerian Universitas Malikussaleh. Departemen Pendidikan Nasional telah mulai melakukan pembinaan untuk persiapan tersebut melalui pengalokasian anggaran pembangunan untuk peningkatan kualitas pembelajaran mulai tahun anggaran 2001. Secara menyeluruh persyaratan akademik yang dimiliki Universitas Malikussaleh telah mendekati persyaratan sebuah perguruan tinggi negeri, sedangkan kekurangan yang ada (seperti peningkatan status program studi) dapat diatasi secara bertahap mulai tahun anggaran 2002. Secara administratif, masih diperlukan beberapa proses untuk penetapan status negeri yaitu ; 1) pengalihan asset dari Yayasan Pendidikan Malikussaleh kepada Pemerintah Pusat dan 2) pengalihan status pegawai swasta menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dengan surat Nomor : 170/M.PAN/7/2001 Tanggal 4 Juli 2001 kepada Menteri Pendidikan Nasional menyarankan, penetapan Universitas Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri seyogyanya dilakukan persiapan pendirian terlebih dahulu yang penetapannya diatur dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. Selanjutnya pendirian Universitas Malikussaleh akan diproses penetapannya melalui Keputusan Presiden setelah langkah/tahapan persiapan dimantapkan dengan memperhatikan skala prioritas dan kondisi keuangan negara serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

UNIMA-3

Rektor Universitas Malikussaleh melalui surat Nomor : 367/UNIMA.H/2001 Tanggal 6 Juli 2001 mengharapkan kepada Menteri Pendidikan Nasional agar pendirian Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri dapat diusulkan oleh Menteri Pendidikan Nasional kepada Presiden untuk penetapan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum pendiriannya. Demikian pula diikuti dengan surat Nomor : 368/UNIMA.H/2001 Tanggal 7 Juli 2001 yang ditujukan langsung kepada Presiden R.I untuk penetapannya.

Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor : 71100/MPN/2001 Tanggal 18 Juli 2001 mengajukan permohonan kepada Presiden R.I untuk penetapan Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Dengan memperhatikan seluruh pertimbangan tersebut di atas, berpendapat bahwa Universitas Malikussaleh telah memenuhi persyaratan untuk menjadi perguruan tinggi negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Berkenaan dengan hal di atas dan khususnya memperhatikan aspirasi masyarakat Aceh, dimohon kepada Presiden untuk dapat menerbitkan Keputusan Presiden tentang Penetapan Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Rektor Universitas Malikusaleh menyampaikan surat dengan Nomor : 371/UNIMA.H/2001 Tanggal 30 Juli 2001 kepada Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan menyampaikan Aspirasi Rakyat Aceh untuk menetapkan Universitas Malikussaleh yang berkedudukan di Lhokseumawe, Aceh Utara sebagai Perguruan Tinggi Negeri dengan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum pendiriannya.

Puncak dari upaya yang maksimal untuk meningkatkan status Universitas Malikussaleh yakni ketika Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 95 Tahun 2001, tanggal 1 Agustus 2001 mengenai Penegerian Universitas Malikusssaleh. Dengan dinegerikannya Universitas Malikussaleh berarti di Nanggroe Aceh Darussalam yang berpenduduk sekitar 4,3 juta jiwa tersebut sudah memiliki dua universitas negeri, yakni Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh dan Universitas Malikussaleh (Unima) di Lhokseumawe, Aceh Utara, serta satu Perguruan Tinggi Agama Islam (IAIN) Ar-Raniry di Darussalam Banda Aceh.

Unimal logo copy111Akhirnya, dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, pada hari Sabtu Tanggal 8 September 2001 di Lhokseumawe, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri meresmikan Pendirian Universitas Malikussaleh sebagai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi Masyarakat Aceh, semoga Allah SWT meridhai upaya kita bersama dalam mencerdaskan bangsa. Saat ini Universitas Malikussaleh memiliki singkatan namaUNIMAL

Tabs Module

  • Rektor Lantik Enam Wakil Dekan di Unimal
  • 16.589 Calon Mahasiswa Mendaftar di Unimal
  • Ini Pejabat Fakultas Ekonomi yang Baru
  • Profesor Malaysia Ceramah di Unimal
  • Lulusan Pesantren Boleh Ikut SBMPTN
  • 30 Mahasiswa Ikut TC MTQNM
  • Dandrem Lilawangsa Kunjungi UNIMAL
  • Gubernur Dukung Pengembangan UNIMAL
  • Unimal Silaturahmi dengan Masyarakat Paya Gaboh
  • Mahasiswa UNIMAL Ikut Debat Konstitusi Tingkat Nasional

Rektor Lantik Enam Wakil Dekan di Unimal

poto pelantikan 1Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Dr Apridar, Senin (31/3) melantik enam wakil rektor masing-masing untuk Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Pertanian (FP), Unimal di Aula Sultan Malikussaleh. Keenam wakil dekan itu yakni Harun, Wakil Dekan I FH, Nanda Amalia Wakil Dekan II FH, dan Faisal Wakil Dekan III FH. Sedangkan untuk FP, Suryadi Wakil Dekan I FP, Halim Akbar Wakil Dekan II FP dan Munawar Wakil Dekan III FP.

Dalam sambutannya, Prof Apridar meminta seluruh wakil dekan menjalin hubungan harmonis dengan dekan di masing-masing fakultas. Selain itu, dia meminta agar seluruh wakil dekan bekerja keras untuk meningkatkan prestasi mahasiswa, dosen dan staf di lingkungan kerja masing-masing.

“Jika sebelumnya proses pemilihan dekan ada perbedaan dukungan politik, itu hal yang biasa. Setelah dekan dan wakil dekan dilantik, saya minta tidak ada lagi perbedaan tersebut.Kita bersatu, bekerjasama dan bekerja keras untuk membangun lembaga ini agar lebih besar,” sebut Prof Apridar.

Ditambahkan, seluruh wakil dekan agar mampu menunjukkan prestasi kerja. Sehingga, di bidang masing-masing bisa terlihat prestasi yang membanggakan universitas tersebut. Disebutkan, target utama yang harus dicapai adalah meningkatkan kualitas lulusan sehingga bisa diterima pada dunia kerja.

“Akreditasi jurusan harus menjadi perhatian serius minimal mendapat nilai B. Saya harap, seluruh wakil dekan bisa meningkatkan akreditasi itu menjadi nilai A,” ujarnya.

 

djmedia:1

 

Selain itu, sambung Prof Dr Apridar pihaknya terus bekerja keras untuk meningkatkan kompetensi dosen dengan cara memberikan pelatihan, dan mendukung seluruh penelitian yang dilakukan dosen di kampus tersebut. Penelitian dosen, sambung Prof Apridar harus bisa diaplikasikan di dunia industri dan pemerintahan. Sehingga, hasil riset itu bisa digunakan oleh masyarakat. “Hasil riset harus aplikatif. Sehingga riset itu bisa sebagai sumbangan untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

 

poto pelantikan 3  poto pelantikan 7
 poto pelantikan 4  poto pelantikan 10
Read More

16.589 Calon Mahasiswa Mendaftar di Unimal

 

PROF DR H APRIDAR SE MSIdesign1HUMAS-Sebanyak 16.589 orang mendaftar lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Malikussaleh. Untuk jalur SNMPTN Unimal tahun ini akan menerima mahasiswa sebanyak 2784 orang.

Ada pun lima jurusan favorit yang paling banyak peminat yaitu jurusan Ekonomi Manajemen 2.235 kuota di SNMPTN 240 orang, Ekonomi Akutansi 1.474 orang kuota di SNMPTN 240 orang, Teknik Informatika 1.142  orang kuota SNMPTN 60 orang, Pendidikan Dokter 1.080 orang kuota di SNMPTN 24 orang dan jurusan Ilmu Hukum 1.056 orang dengan kuota di SNMPTN 240 orang.

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Apridar, Selasa (7/4) menyebutkan lima besar jurusan tersebut menarik minat masyarakat. Saat ini, minat masyarakat menjadi ekonom dan akuntan sangat tinggi. Dua profesi itu dianggap memiliki potensi lapangan kerja paling luas.

“Sejatinya semua jurusan memiliki potensi yang sama dalam dunia kerja. Kami berkomitmen mendidik mahasiswa yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing dan tentunya bisa diterima di dunia kerja,” terang Prof Apridar.

Selain itu, meski ada penambahan universitas negeri di Aceh, minat masyarakat untuk kuliah Unimal terus bertambah. Hal ini dibuktikan tahun lalu, pendaftar lewat jalur SNMPTN hanya 10.000 orang. Tahun ini meningkat menjadi 16.589 orang.

Dijelaskan, proses SNMPTN telah berlangsung dengan diawali pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada 22 Februari-12 Maret 2015. Sedangkan pendaftaran SNMPTN dibuka sejak 13 Februari-15 Maret. “Saat ini sedang berlangsung proses seleksi dilakukan sejak 16 Maret-6 Mei 2015. Sedangkan calon mahasiswa bisa melihat hasil pengumuman pada 9 Mei 2015 mendatang. Seluruh mahasiswa wajib mendaftar ulang pada 9 Juni mendatang,” ujar Prof Apridar.

Tahun ini, Unimal menerima mahasiswa untuk 28 jurusan yang ada di kampus tersebut, termasuk jurusan yang baru saja dibuka seperti pendidikan fisika, pendidikan kimia, pendidikan matematikan, pendidikan teknik mesin, dan sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP). Jurusan baru lainnya yang diterima mahasiswa baru yaitu jurusan psikologi pada Fakultas Kedokteran dan jurusan ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi Unimal, serta prodi Sistem Informasi pada Fakultas Teknik .

Sejauh ini, calon mahasiswa yang mendaftar SNPMTN dan memilih Unimal sebagai tempat menimba ilmu berasal dari Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jambi dan sebagian besar berasal dari kabupaten/kota di Aceh.

“Target kami adalah memberikan pengetahuan lebih bagi mahasiswa. Di Unimal, mahasiswa bukan hanya mampu menguasai ilmu sesuai jurusannya dan kemampuan teknologi, namun kami mendidik mereka agar berakhlakul karimah, sehingga menjadi pemimpin bangsa yang jujur ke depan,” terang Prof Apridar.

Selain itu, pihaknya meminta agar calon mahasiswa mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan oleh panitia penerimaan mahasiswa secara nasional. Sehingga, proses seleksi bisa diikuti dengan lancar. “Bagi calon mahasiswa yang telah mendaftar untuk mengupdate informasi SNMPTN bisa mengakses website www.pmb.unimal.ac.id,” pungkas Prof Apridar.[dim]

Read More

Ini Pejabat Fakultas Ekonomi yang Baru

HUMAS- Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Dr Muhammad melantik tiga wakil dekan Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, di Aula Sultan Malikussaleh, Jumat (10/4). Pejabat yang dilantik itu yakni Wakil Dekan I, Khairil Anwar, Wakil Dekan II Damanhur Abbas, dan Wakil Dekan III Iswadi.

Rektor Unimal, Prof Apridar dalam sambutannya melalui Dr Muhammad berharap agar pejabat yang baru dilantik secepatnya menyusun langkah dan program kerja. Seluruh kinerja tersebut harus mengacu untuk meningkatkan kualitas lulusan. Sehingga lulusan bisa diterima di pasar kerja.

“Selamat untuk pejabat yang baru dilantik. Pejabat yang lama kami ucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah dilakukan selama ini,” pungkas Dr Muhammad. [dim]

Read More

Profesor Malaysia Ceramah di Unimal

HUMAS-Prof Madya Dr Ahmad Nidzamuddin Bin Sulaiman dari University Kebangsaan Malaysia (UKM) memberi ceramah tentang transaksional alam amdinistrasi publik di kampus pasca sarjana ilmu administrasi negara, Universitas Malikussaleh (Unimal), Sabtu (11/4). Kegiatan itu dipandu oleh Ketua Program Pasca Sarjana Ilmu Administrasi Negara Unimal, Dr Rasyidin.

Dalam penjelasannya, Prof Nidzamuddin menyebutkan administrasi publik harus dikelola secara benar dan transfaran. Sehingga, jika terjadi penyalanggunaan kekuasaan bisa ditelusuri siapa pelaku yang terlibat dalam penyalanggunaan kekuasaan tersebut.

“Jika administrasi publik dikelola dengan benar, maka jika satu waktu bermasalah dengan hukum, kita mudah menemukan siapa yang terlibat dalam kasus itu. Jadi, tidak ada ruang saling lempar kesalahan jika administrasinya benar,” sebut Prof Nidzamuddin dalam bahasa melayu.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unimal, Fauzi MA menyebutkan kegiatan tersebut merupakan program rutin di fakultas itu. Pihaknya kerap mendatangkan pembicara dari universitas berbagai negara untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa S1 dan S2 di kampus tersebut.

“Ke depan, kita juga akan mengundang pakar lainnya seperti pakar komunikasi politik, sosiologi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengetahuan di FISIP Unimal,” pungkas Fauzi. [dim]

Read More

Lulusan Pesantren Boleh Ikut SBMPTN

Unimal Terima 1.800 Calon Mahasiswa

HUMAS-Peserta dari pesantren yang telah diakui oleh Kementrian Nasional yang setingkat dengan SMA/MA boleh mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015. Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Dr Apridar, SE, M.Si dari Jakarta disela-sela mengikuti Rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI), Senin (13/4) di Jakarta.

Untuk biaya pendaftaran peserta non program beasiswa Bidikmisi biaya pendaftaran untuk bidang saintik, sosial dan hukum serta IPC masing-masing wajib membayar Rp 100.000. Biaya pendaftaran itu terbilang kecil, karena telah disubsidi oleh pemerintah.

Sedangkan peserta yang telah mendaftar SNMPTN lewat jalur Bidikmisi, seluruh biaya disubsidi oleh pemerintah alias gratis. Namun, apabila peserta SNMPTN yang telah dinyatakan lulus, namun ingin mengikuti seleksi SBMPTN maka diwajibkan membayar biaya pendaftaran, dan kelulusannya di jalur SNMPTN dinyatakan gugur.

“Sebagian calon mahasiswa mungkin ingin mendaftar kembali di jalur SBMPTN dengan memilih jurusan yang diinginkan, maka harus membayar kembali. Sedangkan kelulusannya di SNMPTN akan digugurkan. Sehingga kuota calon mahasiswa yang lulus SNMPTN itu diberikan ke orang lain,” sebutnya.

Ditambahkan, calon mahasiswa bisa memilih tiga jurusan atau program studi se Indonesia. Dari tiga jurusan itu, satu jurusan harus diambil di univeristas tempat calon mahasiswa tersebut berasal.

“Khusus untuk lulusan SMA di luar negeri dibolehkan ikut SBMPTN setelah ada pengakuan kesetaraan dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan, sebanyak 74 perguruan tinggi negeri di Indonesia membuka jalur masuk melalui SBMPTN tahun ini. Dijelaskan proses pendaftaran dilakukan pada 11-29 Mei 2015, ujian tertulis dilaksanakan pada 9 Juni 2015, ujian keterampilan pada 10-11 Juni 2015, dan penetapan kelulusan 6-8 Juli 2015, serta pengumuman seleksi SBMPTN pada 9 Juli 2015.

Terima 1.800 Mahasiswa

Tahun ini, Unimal menerima sebanyak 1.800 calon mahasiswa lewat jalur SBMPTN untuk 28 jurusan yang ada di kampus tersebut, termasuk jurusan yang baru saja dibuka seperti pendidikan fisika, pendidikan kimia, pendidikan matematikan, pendidikan teknik mesin, sastra Indonesia dan sistem informasi di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP). Jurusan baru lainnya yang diterima mahasiswa baru yaitu jurusan psikologi pada Fakultas Kedokteran dan jurusan ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi Unimal.

“Unimal berkomitmen memberikan nilai lebih pada mahasiswa, nilai lebih ini yaitu pengetahuan agama yang baik, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan intelektual dan pemahamanan agama yang baik,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya juga berkomitmen melahirkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sehingga, lulusan Unimal bisa diterima di dunia kerja. “Kemampuan teori dan praktik kita seimbangkan. Sehingga, mampu secara teori dan praktik,’ pungkas Prof Apridar.

[dim]

Read More

REKTOR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH ACEH PROF DR H APRIDAR SE   MSIHUMAS-Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti training center (TC) Musabaqah Tilawatil Quran Nasional Mahasiswa (MTQNM) ke 14 yang akan diselenggarakan di Universitas Indonesia, 1-8 Agustus mendatang. Kegiatan TC tersebut dipusatkan di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.

Rektor Unimal, Prof Dr Apridar, Sabtu (18/4) menyebutkan seluruh mahasiswa tersebut dibimbing oleh pelatih yang kompeten dibidangnya. Tahun ini, sebanyak 13 cabang mata lomba akan diperlomabakan yaitu  Tilawatil Quran, Tartil Quran,  Hifzil Quran 1 juz, Hifzil Quran 5 juz, Hifzil Quran 10 juz, Fahmil Quran, Qira’at Sab’ah, Syarhil Quran, Khaththil Quran, Karya Tulis Ilmiah kandungan Al Quran, Debat ilmiah kandungan Al Quran dalam bahasa Arab, Debat Ilmiah kandungan Al Quran dalam bahasa Inggris, dan Musabaqah Disain Aplikasi Komputer Al Quran.

“Untuk kategori cabang lomba fahmil quran dilakukan lomba dalam tiga babak yaitu penyisihan, semi final dan final. Sedangkan cabang lomba kategori lainnya dilakukan dalam dua babak yaitu penyisihan dan babak final,” sebut Prof Dr Apridar.

Ditambahkan, untuk memaksimalkan persiapan keikutsertaan dalam MTQNM kali ini, pihaknya menggelar TC selama tiga bulan. “Sejak April ini sampai Juli nanti kita buat TC terpusat di Bukit Indah. Semoga, seluruh peserta TC nantinya bisa mengikuti tahapan sampai selesai dan bisa meraih prestasi ketika mengikuti MTQNM tersebut,” ujar Prof Dr Apridar.

Disebutkan, dalam TC akan dilakukan beberapa kali tes terhadap seluruh peserta. Tes tersebut, sambung Prof Dr Apridar untuk mengetahui sejauhmana kemampuan peserta dibidangnya masing-masing.

“Dalam MTQNM ke 12 yang diselenggarakan di Unimal, kita meraih juara umum, kita harap prestasi pada MTQNM kali ini, Unimal masih bisa meraih prestasi terbaik minimal mampu menempati urutan tiga besar nasional,” ujarnya.

Sampai saat ini, tercatat 42 universitas negeri dan swasta telah mendaftar untuk mengikuti even nasional tersebut. diperkirakan jumlah peserta akan terus bertambah, karena masa pendaftaran dibuka hingga 41 hari ke depan.

“Kami harap dukungan semua pihak, baik pelatih, dosen, peserta MTQNM dan semua pihak untuk menyukseskan even ini. Karena prestasi yang diraih peserta MTQNM juga prestasi Unimal dan prestasi Aceh secara keseluruhan,” pungkasnya. [dim]

Read More

kunjungan-dandrem-3HUMAS-Komandan Korem 011 Lilawangsa Kolonel (Inf) Achmad Daniel Cardin, Jumat (17/4) berkunjung ke kampus utama Universitas Malikussaleh (Unimal) di Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Rombongan Dandrem diterima langsung oleh Rektor Unimal, Prof Dr Apridar beserta seluruh unsur pimpinan di kampus tersebut.

“ Silaturahmi ini untuk mempererat hubungan antara sivitas akademika Unimal dengan jajaran Korem 011 Lilawangsa,” sebut Dandrem. Pada kesempatan itu, Rektor Unimal, Prof Dr Apridar menyambut baik kedatangan Dandrem ke kampus tersebut. Di universitas itu pihaknya memiliki unit kegiatan mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) yang kerap melakukan latihan dan mengundang jajaran TNI untuk berdiskusi banyak hal tentang kebangsaan, rasa cinta tanah air dan lain sebagainya. “Resimen Mahasiswa (Menwa) Unimal juga kerap bekerjasama untuk pelatihan dasar dan lain sebagainya di Menwa,” ujar Prof Apridar.

Pada bagian lain disebutkan, pihaknya terus bekerjasama dengan semua pihak, termasuk jajaran TNI untuk pengembangan kampus tersebut. Sehingga, Unimal ke depan semakin cepat berkembang dan menjadi universitas terkemuka di Indonesia.

“Komitmen kami adalah mendidik lulusan yang berkualitas, diterima di pasar kerja serta lulusan tersebut memiliki pengetahuan agama yang baik. Sehingga, kita luncurkan program mahasiswa menjadi santri,” jelas Rektor di depan Dandrem.

Pada kunjungan itu turut hadir Kasrem 011 Lilawangsa Letkol (Inf) Handoko Prasetiyo dan sejumlah petinggi Korem 011 Lilawangsa, serta seluruh pembantu rektor di Unimal. [dim]

Read More

Gubernur Dukung Pengembangan UNIMAL

Gubernur Dukung Pengembangan Unimal

HUMAS - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Universitas Malikussaleh (Unimal) menyatakan mendukung pengembangan universitas negeri tersebut. Hal itu ditegaskan gubernur saat bertemu dengan Rektor Unimal Prof Dr Apridar dan sejumlah pimpinan universitas itu di Lhokseumawe, Sabtu (18/4) malam. Turut hadir dalam pertemuan itu, anggota dewan pertimbangan Unimal, Prof Ahmad Humah Hamid dan Adnan Ganto.

Dalam pertemuan sekitar dua jam itu di Kompleks Perumahan PT Pupuk Iskandar Muda itu, Rektor Unimal Prof Dr Apridar menyampaikan perkembangan kampus tersebut. Saat ini, jumlah mahasiswa di kampus itu sebanyak 14.600 mahasiswa.

“Alhamdulillah tahun ini, secara bertahap kita akan membangun Rumah Sakit Pendidikan, ini untuk mendukung pengembangan fakultas kedokteran. Namun, kami harap pembangunan masjid kampus bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Aceh,” ujar Prof Dr Apridar.

Disebutkan, jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun terus meningkat, namun sarana ibadah di kampus itu belum memadai. Masjid itu, lanjut Prof Apridar juga akan dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu agama. Sehingga, lulusan Unimal memiliki pemahaman agama yang baik.

Read More

UNIMAL Silaturahmi dengan Masyarakat Paya Gaboh

HUMAS – Sivitas akademika Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara Selasa (22/4) bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Desa Paya Gaboh, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Silaturahmi itu dihadiri Pembantu Rektor Bidang Keuangan, Hendra Raza, Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Juli Musyida, Kepala Biro Keuangan Andrea Zulfa, Kabag Umum Idris, Kepala Rumah Tangga Tarmizi Mayor, Kepala Perlengkapan Surito dan Kepala Humas Masriadi. 

Sementara yang hadir dari Desa Paya Gaboh yaitu kepala desa, imam desa, ketua tuha peut, ketua tuha lapan, mukim, dan sekretaris desa. Dalam kesempatan itu, Pembantu Rektor Bidang Keuangan Hendra Raza menyebutkan pihaknya sangat terbuka. Silaturahmi yang sama juga akan digelar dengan masyarakat desa di kawasan Unimal.

 

djmedia:2

 

Sementara Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Juli Mursyida menyebutkan pihaknya menerima masukan dari masyarakat sekitar untuk kemajuan Unimal. “Kami sangat terbuka, kami harap bapak-bapak turut membantu pengembangan kampus ini,” ujar Juli.

Sementara Kepala Humas, Masriadi menyebutkan dirinya siap berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat. “Handphone saya hidup 24 jam sehari. Kita bisa berkomunikasi via handphone, selain itu ke depan silaturahmi ini akan semakin intens lagi,” pungkasnya. Setelah silaturahmi, acara tersebut ditutup dengan makan siang bersama. [dim]

Read More

Mahasiswa UNIMAL Ikut Debat Konstitusi Tingkat Nasional

HUMAS-Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) ikut serta dalam ajang Debat Konstitusi tingkat nasional yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi (MK) di Universitas Jambi, Kota Jambi pada 28-30 April 2015. Ketiga mahasiswa di bawah bimbingan Elidar Sari SH, Mhum, tersebut adalah Aris Rinaldi, Andrianta Bangun, dan Puji Putria Asri.

“Debat Konstitusi tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dimana terbagi ke dalam tiga wilayah di Indonesia, Unimal sendiri mengikuti debat tersebut di wilayah barat dengan jumlah peserta 24 kampus. Tempat mengikuti tergantung regional yang ditetapkan berdasarkan letak kampus itu sendiri,” ujar Aris Winaldi, kepada portalsatu.com [1], Rabu, 29 April 2015.

Ia mengatakan delegasi Unimal mendapat tema tentang pendanaan partaipolitik dari APBN dan sistem lelang jabatan.“Debat ini hanya untuk mengasah kemampuan mahasiswa serta retorika dalam berpikir sehingga argumen apa yang dipertahankan dapat dicerna oleh audience nantinya serta untuk menguasai isu-isu yang dianggap strategis,” ujar Aris.[] (bna)

Read More